Tharekat Qodiriyah

Tharekat Qodiriyah didirikan oleh Syaikh Abdul Qodir Jailani. Beliau seorang alim dan zahid, dianggap Qutubul Aqtob. Mula pertama seorang ahli fikih bermadzhab Hambali, sesudah beralih kegemaran kepada Ilmu tharekat dan hakekat menunjukkan keramat dan keanehan-keanehan. Orang dapat membaca sejarah hidupnya dalam Kitab Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jailani yang di baca oleh rakyat tertentu, yang konon untuk mendapatkan berkahnya. Apa sebenarnya isi manaqib itu??..
Isinya mengenai riwayat hidup Syeikh Abdul Qodir Jailani, tetapi yang ditonjolkan adalah budi pekerti yang baik, kesalehan, kezuhudan, keramat dan keanehan Beliau.
Diceritakan Syaikh Abdul Qodir adalah putra Abu Shaleh, sambung menyambung hingga berhubungan kepada Hasan putra Ali Bin Abi Thalib, kemenakan Nabi Muhammad s.a.w. Ibunya bernama Fatimah anak Sayid Abdullah Assuma’i Alhusaini.
Imam Nawawi menceritakan tentang keramat Syaikh Abdul Qodir dalam kitabnya bernama Bustanul Arifin dan mengatakan bahwa beliau adalah Guru dalam madzhab Syafi’i dan Hambali. Imam Sarbuni menceritakan tentang Beliau dalam kitab Thabaqat, bahwa tanda kekeramatan Syeikh Abdul Qodir sudah dirasakan ibunya sejak dalam kandungan. Diantaranya Beliau tidak mau menyusu pada siang hari akhir bulan Sya’ban, awal Ramadhan. Hingga itu dijadikan tanda kedatangan bulan Ramadhan tiap tahun. Konon ketika Ibunya pergi mengaji dikelilingi oleh malaikat yang menjaga anaknya. Lalu diceritakan kasih sayang beliau kepada fakir miskin sejak kecil, menjauhi maksiat, gemar belajar dan beramal tak putus-putus, jujur, cinta kepada ibu bapaknya.
Boleh dikatakan Syeikh Abdul Qodir dilahirkan dan dididik dalam ayunan dan lingkungan Sufi. Dimanapun ketika berfikir akan bermain maka terdengarlah suara yang menanyakan kemana dia mau pergi. Tiap kali mendengar itu beliaupun lekas kepangkuan ibunya. Pada usia 10 tahun Beliau diperintahkan belajar mengaji. Dan sampai umur 18 tahun beliau belajar dikota Jailani. Otak beliau sangat cerdas sampai pelajaran yang biasa dihafal 1 minggu dapat dihafal dalam 1 hari saja.
Abdul Qodir berkeinginan keras menambah pengetahuan dan meningkatkan kerohaniannya di Kota Baghdad, karena Baghdad dikenal sebagai pusat kota ilmu waktu itu.
Lebih jauh Imam Taqiyudin menceritakan, bahwa pada suatu kali, tatkala memasuki Baghdad, Syekh Abdul Qodir bertemu dengan Nabi Khidir a.s. yang memerintahkan beliau menunggu pada suatu tempat sampai kembali. Konon Syeh Abdul Qodir Jailani menunggu di suatu jalan selama 7 tahun lamanya, dan selama itu hidup dengan makan rumput. Sampai terdengar suara yang memerintahkan untuk masuk kota Baghdad.
Manaqib banyak sekali menceritakan kekeramatan Syeikh Abdul Qodir Jailani misalnya :
Keselamatan harta Abdul Muzaffar yang berkat Syeikh Abdul Qodir dapat selamat dari perampokan dijalan di Syam, mengenai kealimannya dalam Ilmu pengetahuan, karena sesudah berguru pada Syaikh Hamadu Dibas beroleh dua lautan ilmu.
Pertama bahrun Nubuwah keilmuan Nabi yang tak habis-habisnya.
Kedua bahrul futuwah ilmu Ali bin Abi Tholib yang tak terhingga.
Pernah muridnya bercerita jika dari dalam baju Beliau muncul ular dan berkata padanya bahwa ia adalah seorang wali yg tak dapat ditakut-takuti.
Cerita seekor burung mati yang dihidupkan lagi hanya dengan membaca Bismillah, cerita tentang seorang yang mengadukan nasibnya, karena bermimpi berzina yang dijawab bila Beliau sudah tahu lebih dulu karena telah di lihat di lauhil mahfudz dan sudah dimintakan keampunan Allah, bahwa Ia pernah berkata jika seorang menghadapi malapetaka akan terhindar jika menyebut namanya dan bertawasul kepadanya. Selanjutnya mengusir perempuan yang diganggu jin hanya dengan mengucapkan pada telinganya ‘pergilah engkau kanis’.
Diceritakan pula bahwa suatu hari Beliau kedatangan cahaya didadanya yang kilau kemilau dan berkata: ‘akulah tuhanmu!, telah ku halalkan sesuatu yang haram bagimu’. Tapi Sheikh Abdul Qodir tahu bahwa cahaya itu adalah syetan, dan mengusirnya dengan kata keji. Barulah syetan memperlihatkan diri dan berkata ‘Sudah 70 orang ahli tharekat ku sesatkan, tapi engkau tak dapat ku perdayakan’. Dan banyak lagi cerita kekeramatan di dalam kitab Manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani.
Tharekat Qodiriah mempunyai dzikir, wirid, dan hizib-hizb tertentu. Bahkan ada penganutnya yang berkeyakinan sedemikian rupa hingga menempatkan Ali bin Abi Thalib di atas kedudukan Nabi Muhammad s.a.w.
Hal itu tentu tak sesuai dengan Syeikh Abdul Qodir yang bermadzhab Hambali.
Kuburan Syeik Abdul Qodir Jailani terdapat di Baghdad, Irak. Meskipun pusat tarekat ini boleh dikatakan di baghdad, tapi cabang-cabangnya terdapat di seluruh dunia, sehingga Qodiriyah selain sebuah Tharekat, juga merupakan sebuah organisasi atau pergerakan.Pokok-pokok dasar Tharekat Qodiriyah sama banyaknya dengan dengan Tharekat Syadziliyah.
Pokok dasar Tharekat Syadziliyah yaitu :
1. Taqwa kepada Allah Ta’alaa lahir dan batin.
2. Mengikuti sunnah dalam ucapan dan perbuatan.
3. Menjauhkan diri dari makhluk di depan dan di belakang.
4. Ridho kepada anugerah Allah biar sedikit atau banyak.
5. Kembali kepada Allah dalam waktu susah atau senang.

Pokok Tharekat Qodiriyah:
1. Tinggi cita-cita.
2. Memelihara kehormatan.
3. Memelihara hikmah.
4. Melaksanakan maksud.
5. Mengagungkan nikmat, keseluruhannya ditujukan kepada Allah Ta’alaa.

Wallahu A’lam…

2 Tanggapan to “Tharekat Qodiriyah”

  1. klau boleh tahu beliau itu bangsa asli mana

  2. Asslm ‘alaikum..
    setau ane Syekh Abdul Qodir Jailani dilahirka
    di desa Jailani (Kailan) dekat Sungai Dijlah, beberapa km dari kota Baghdad, Iraq (versi kitab Nurul Burhani)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: