Al ‘ALIIM, AL KHOBIIR, AL HAMIID (Yang Maha Mengetahui, Maha Mengenal, Maha Terpuji)

Allah Ta’alaa berfirman:

وهو القاهر فوق عباده وهو الحكيم الخبير

”Dan DIA-lah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-NYA. Dan DIA Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al An’aam:18)

إن الله بكل شيء عليم

”Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. Al Anfaal:75)

DIA Maha Mengetahui, yang ilmu-NYA meliputi segala sesuatu, baik perkara yang pasti, perkara yang mustahil ataupun perkara yang mungkin.

Nash-nash yang menyebutkan cakupan ilmu Allag dan perincian informasi detail jumlahnya tak terhitung. Tidak ada seberat atompun di alam ghaib atau nyata yang luput dari pengawasan Allah Ta’alaa. Allah tidak pernah lalai dan lupa. Jika ilmu-ilmu makhluk-makhluk-NYA dibandingkan dengan Ilmu Allah, maka ilmu mereka kecil tak berarti, demikian pula dengan kekuasaan mereka. Allah Ta’alaa yang mengajari mereka apa yang sebelumnya tidak mereka ketahui, dan Allah juga yang membuat mereka mampu melakukan sesuatu yang sebelumnya mereka tidak mampu. Ilmu Allah meliputi seluruh alam tinggi dan rendah serta makhluk di dalamnya(sifat, perbuatan dan semua hal tentangnya).
Allah juga Tahu apa yang akan terjadi dimasa depan yang tidak berakhir, apa yang belum ada seandainya ada, dan bagaimana ia ada.
Allah juga Tahu kondisi para mukallaf (hamba yang di bebani perintah) saat Allah menciptakan mereka, sesudah mematikan mereka, dan sesudah menghidupkan mereka kembali. Ilmu-Ilmu Allah mencakup seluruh amal-amal (baik dan buruk) mereka seluruhnya, balasan amal itu, serta perincian pada hari keputusan (Syarh Nuniyah jld 2 hal 73, Alhaq Alwadhih Almubin hlm 37-38)

Ilmu Allah Ta’alaa meliputi perkara-perkara lahir dan batin, rahasia dan terang-terangan, perkara yang pasti, mustahil, dan perkara yang mungkin, alam tinggi dan rendah, masa lalu, masa sekarang dan masa mendatang. Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dari Allah ‘Azza wa Jalla.
Allah Ta’alaa berfirman:

ياأيها الناس أنتم الفقراء إلى الله والله هو الغني الحميد

”Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah, dan DIA-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (Q.S. Faathir:15)
Ibnu Qoyyim rahimahullah mengatakan Allah terpuji dari dua sisi:
Pertama, Allah yang menciptakan, memberi rezeki, melimpahi nikmat lahir dan batin, agama dan dunia, serta menghindarkan kesulitan dan kesengsaraan pada makhluk penduduk langit dan bumi yang pertama dan terakhir. Setiap nikmat berasal dari Allah. Tiada yang dapat mencegah kejahatan kecuali Allah.Jadi Allah berhaq atas pujian, sanjungan, dan ungkapan syukur makhluk-NYA.

Kedua, Allah terpuji karena Asmaul Husna dan sifat-sifat yang sempurna dan maha tinggi, hal-hal yang terpuji, serta sifat-sifat yang mulia dan indah. Semua sifat-NYA berhak atas pujian dan sanjungan yang paling sempurna.
Perincian pujian dan penyebab Allah dipuji tidak bisa dijangkau oleh fikiran dan tidak bisa dihitung dengan pena.

Wallahu A’lam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: